Solusi Transportasi dan Logistik Bisnis Distribusi di Indonesia


Bisnis distribusi sedang banyak digemari saat ini. Tipe bisnis ini relatif mudah karena yang Anda butuhkan adalah modal fisik seperti lahan dan dana.

Tidak ada standar kemampuan formal seperti pendidikan yang harus Anda penuhi. Selama Anda punya modal dan kemauan untuk bekerja, inilah bisnis yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi Anda.
Hal-hal yang terkait dengan bisnis distribusi selain koneksi dengan banyak pihak adalah soal penyampaian produk ke agen atau retailer. Sebagai distributor, penting untuk menyampaikan produk-produk ini secara tepat waktu. Keterlambatan 1 hari saja bisa berpotensi merusak hubungan kerja sama karena baik produsen maupun agen atau retailer pasti sudah memperhitungkan kapan perlu mengirim atau mendapat stock produk.

Penghitungan waktu yang tepat ini juga memiliki efek dalam penyimpanan barang di gudang.

Dengan memperhitungkan secara teliti kapan barang harus diterima, disimpan, dan keluar dari gudang, Anda bisa segera menyingkirkan yang sudah relatif lama berada di dalam gudang. Sistem operasi yang lancar akan menunjang bisnis Anda.
Berkaitan dengan penyimpanan dan penyampaian produk ke agen-agen atau para retailer, Anda harus mengetahui moda-moda transportasi yang mendukung jalannya bisnis. Moda transportasi ini tak harus Anda miliki karena sudah banyak pihak yang menyewakan jasa penyampaian barang. Kerja sama dengan pihak persewaan moda transportasi ini bisa menguntungkan karena Anda terbebas dari biaya perawatan moda transportasi. Selain itu Anda bisa memilih moda transportasi apa yang sesuai untuk menyampaikan produk ke agen atau retailer Anda. Beberapa moda transportasi tersebut antara lain:
  1. Kereta Api

Kita semua tahu bahwa kereta api adalah salah satu moda transportasi yang relatif umum. Bukan hanya disewakanuntuk mengantarkan orang dari satu tempat ke tempat lain yang relatif jauh, kereta api juga membuka layanan untuk pengiriman barang. Anda bisa memanfaatkan alternatif moda transportasi pertama ini untuk menyampaikan produk atau barang Anda kepada para retailer. Biasanya, distributor yang menggunakan kereta api sebagai pilihan moda transportasi mereka adalah distributor yang hendak mengirim barang yang relatif besar dan berbobot berat. Jika hendak disampaikan untuk jarak yang jauh, penggunaan moda lain seperti mobil box atau truk akan sangat tidak efektif. Itulah mengapa kereta api jadi pilihan yang relatif tepat.
  1. Truck

Alternatif moda transportasi kedua yang bisa Anda pakai adalah truck. Ada dua jenis truck yang biasa digunakan para distributor, yaitu Truckload (TL) dan Less Than Truckload (LTL). Truck juga biasa digunakan untuk mengirim barang yang memiliki dimensi besar dan berat. Kelemahannya, biaya pengiriman menggunakan truck biasanya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan penggunaan kereta api. Unsur kelebihannya adalah truck lebih fleksibel untuk pengantaran barang yang sifatnya door to door dan waktu pengirimannya bisa lebih pendek. Jadi barang bisa sampai di agen atau retailer secara lebih cepat, tidak perlu menunggu karena antri data di stasiun begitu kereta pengiriman barang sudah sampai.
  1. Pipeline (Saluran Pipa)

Saluran pipa adalah moda transportasi yang sangat umum digunakan untuk mengangkut barang produksi yang bersifat cair seperti minyak olahan dan gas. Memang sangat jarang distributor yang mengirim barang dalam bentuk seperti ini tetapi ini bisa jadi referensi Anda. Pipeline biasanya akan memerlukan infrastruktur yang butuh investasi besar dan tetap, tapi sekitar 80% hingga 90% kapasitas pipa bisa digunakan atau dioptimalkan untuk penyampaian barang cair ini. Moda transportasi ini jauh lebih efektif dalam menyampaikan minyak olahan atau gas ke port-port atau kilang dengan permintaan arus yang besar serta stabil dibandingkan dengan penggunaan moda transportasi lainnya yang menggunakan jalur darat.
  1. Sea Freight

Adalah pengiriman yang dilakukan jalur air. Biasanya distributor ini melakukan kerja sama dengan produsen yang berada di luar pulau atau justru luar negeri. Sea freight menjadi pilihan transportasi yang tepat terutama bila barang yang dikirim jumlahnya masif atau ukurannya sangat besar sehingga tidak memungkinkan untuk dikirim dengan moda transportasi yang melalui jalur darat maupun railway. Perkembangan bisnis sekarang yang lebih maju dan didukung melalui pengiriman  via laut membuat pertumbuhan kontainerisasi meningkat. Sayangnya, pengiriman lewat moda transportasi ini masih sering diwarnai berbagai masalah yang terkait dengan dwelling time, bea cukai, masalah keamanan, hingga pengelolaan kontrainer itu sendiri.
  1. Air Freight

Pengiriman barang dengan pilihan moda transportasi air freight biasanya merupakan barang-barang yang tidak terlalu besar dan berat namun memiliki sifat yang penting dan diprioritaskan untuk segera sampai. Air freight adalah pilihan pengiriman barang secara cepat namun hal ini diiringi dengan biaya pengiriman yang juga tidak sedikit. Itulah mengapa biasanya yang dikirim dengan moda transportasi ini nantinya dijual oleh retailer dengan harga yang tidak murah, bukan karena barang tersebut yang tersusun dari komponen yang mahal tetapi ongkos perjalanannya yang relatif tinggi. Beberapa masalah yang perlu Anda ketahui dan terkait dengan moda transportasi ini adalah lokasi dan jumlah hub, rute pesawat yang mengantarkan dan jadwal pengirimannya, serta bagaimana Anda bisa punya strategi dalam menetapkan harga.
  1. Package Carriers

Dikenal juga dengan pilihan pengiriman oleh jasa pos dan kurir. Cukup banyak perusahaan yang bergerak di bidang ini, sebut saja TIKI, JNE, J&T, dan lain-lain. Mereka menerima pengiriman paket yang memiliki berat kurang dari 30 kilogram. Nantinya jasa pos dan kurir ini yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan moda transportasi. Ibaratnya, package carriers adalah pihak yang mempermudah Anda berhubungan dengan pihak moda transportasi lain yang akan mengantarkan barang Anda sampai di tujuan dengan selamat. Pilihan moda transportasi ini relatif cepat dan handal. Keuntungan dari penggunaan moda ini adalah Anda dan penerima barang bisa melakukan tracking untuk mengecek lokasi barang yang dikirim.
  1. Intermodal

Terkadang, untuk bisa menyampaikan barang Anda ke tujuan dengan selamat tidak hanya membutuhkan satu jenis moda transportasi. Maka dari itu Anda harus menggunakan intermodal guna menyampaikan barang dari titik Anda ke titik penerima yang mungkin lokasinya relatif sulit dijangkau. Tidak jarang kok distributor yang menggunakan opsi ini. Hal ini mereka lakukan untuk menjangkau agen-agen dan retailer yang berlokasi di tempat terpencil. Namanya juga bisnis, bukankah segala cara harus dilakukan untuk menjangkau konsumen bahkan yang berada di tempat paling terpencil sekalipun?
Wah, ternyata banyak juga ya pilihan moda transportasi yang umum digunakan distributor saat ini? Pemilihan moda transportasi harus disesuaikan dengan berbagai hal juga, seperti lokasi tujuan dan barang yang hendak dikirim. Bukan hanya mempertimbangkan moda transportasi saja, penting untuk Anda menjalin relasi dengan pihak-pihak dalam transportasi ini, seperti pengirim, penerima, penyedia jasa transportasi, pemerintah, ahli IT, serta masyarakat.

Facebook Comments